Caption Foto : Flyer aksi “Ketuk Pintu Gubernur” terkait permasalahan penyelesaian konflik HGU di Kaltim (Istimewa)
Suarafajar, Samarinda – Sejumlah warga Kaltim yang mengaku terdampak sengketa tanah dengan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) berencana menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/5).
Aksi yang diberi tajuk “Ketuk Pintu Gubernur” itu disebut menjadi wadah bagi masyarakat dari berbagai wilayah di Bumi Etam untuk menyampaikan keresahan terkait persoalan agraria yang hingga kini dinilai belum menemukan titik terang.
Koordinator aksi, Nina Iskandar, menyebut banyak warga merasa kesulitan memperoleh kepastian hukum ketika berhadapan dengan perusahaan besar yang menguasai kawasan konsesi.
“Warga hanya ingin didengar dan mendapatkan keadilan atas persoalan tanah yang mereka hadapi,” tegas Nina melalui keterangan tertulis.
Menurut Nina, konflik agraria yang terjadi bukan sekadar persoalan administrasi kepemilikan lahan. Di lapangan, kata dia, sengketa tersebut turut memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada lahan untuk kehidupan sehari-hari.
Ia mengatakan peserta aksi akan membawa sejumlah dokumen pendukung sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada Pemprov Kaltim. Selain itu, massa juga menyiapkan spanduk dan pernyataan sikap yang akan dibacakan secara terbuka.
Melalui aksi tersebut, warga berharap pemerintah daerah mengambil peran lebih aktif dalam mendorong penyelesaian konflik antara masyarakat dan perusahaan pemegang HGU.
“Kami berharap pemerintah hadir dan tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut,” katanya.
Panitia aksi juga membuka ruang solidaritas bagi masyarakat lain yang mengalami persoalan serupa di berbagai daerah di Kaltim. Mereka memastikan kegiatan berlangsung secara damai dengan fokus menyuarakan tuntutan penyelesaian konflik agraria. (JAI)















