Caption Foto : Potret akses Jalan Tering-Ujoh Bilang yang belum tersentuh perbaikan (Istimewa)
Suarafajar, Samarinda – Akses darat menuju wilayah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) perlahan mulai mengalami perubahan. Pemprov Kaltim kembali melanjutkan pembangunan ruas jalan penghubung Tering di Kabupaten Kutai Barat menuju Ujoh Bilang, ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu, melalui alokasi anggaran hampir Rp 50 miliar pada APBD 2025.
Pembangunan tahap lanjutan ruas Jalan Tering–Ujoh Bilang itu menjadi salah satu fokus infrastruktur Pemprov Kaltim untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan barat Bumi Etam. Selama ini, jalur tersebut dikenal sulit dilalui terutama ketika musim hujan akibat kondisi jalan berlumpur dan minim perkerasan.
Pada proyek tahap II tahun ini, penanganan dilakukan sepanjang sekitar 33 kilometer dengan nilai kontrak mencapai Rp 49,8 miliar. Pekerjaan berada di bawah koordinasi Dinas PUPR Pera Kaltim dan dikerjakan oleh PT Belawa Maha Karya dengan pengawasan CV Totality Engineers. Masa pengerjaan ditargetkan rampung dalam 175 hari kalender.
Perubahan kondisi jalan mulai dirasakan masyarakat. Jalur yang sebelumnya identik dengan kubangan kini mulai lebih stabil dilalui kendaraan roda empat maupun angkutan logistik.
Kondisi itu juga terlihat saat Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, melakukan peninjauan langsung bersama jajaran DPRD Kaltim dan Forkopimda beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan dapat melintasi sejumlah titik tanpa kendala berat seperti kendaraan tersangkut lumpur yang sebelumnya kerap terjadi di ruas tersebut.
Menurut Rudy Mas’ud, pembangunan akses jalan menuju kawasan pedalaman menjadi langkah penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus menekan biaya distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat.
“Pembangunan jalan provinsi ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam membuka akses masyarakat. Jika konektivitas semakin baik, distribusi barang dan mobilitas warga juga akan semakin lancar,” ucap Rudy.
Orang nomor satu di Bumi Etam itu menargetkan agar konektivitas penuh ruas Tering–Ujoh Bilang dapat terealisasi secara bertahap hingga 2027.
“Kehadiran jalur tersebut diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pedalaman sekaligus membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat Mahakam Ulu menuju daerah lain di Kalimantan Timur,” tutupnya. (JAI)














