Caption Foto : Flyer aksi damai DRUPADI Baladika (Istimewa)
Suarafajar, Samarinda – Dinamika aksi unjuk rasa yang terus berlangsung di Kota Tepian selama beberapa pekan terakhir mendapat tanggapan dari berbagai kelompok masyarakat. Di tengah intensitas demonstrasi yang masih terjadi dalam beberapa pekan terakhir, DRUPADI Baladika Kaltim memilih mengambil langkah berbeda dengan menggelar aksi damai pada Rabu 20 Mei 2026 mendatang.
Kegiatan itu dilaksanakan sebagai upaya menjaga suasana tetap kondusif di Samarinda, khususnya di area pusat pemerintahan provinsi yang belakangan kerap dipadati massa aksi.
Ketua DRUPADI Baladika Kaltim, Lilis Latif, mengatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan penyampaian aspirasi di ruang publik, karena hal tersebut merupakan bagian dari demokrasi. Namun, ia menilai frekuensi demonstrasi yang terus berulang mulai berdampak terhadap kenyamanan masyarakat.
“Penyampaian pendapat tentu kami hormati, tetapi situasi daerah juga harus tetap dijaga agar masyarakat tidak terus-menerus terdampak,” tutur Lilis.
Menurutnya, aksi damai yang akan digelar nanti tidak dikemas dalam bentuk unjuk rasa besar-besaran. DRUPADI Baladika justru memilih pendekatan simbolik dengan membagikan bunga mawar kepada pengendara di sekitar Kantor Gubernur Kaltim sebagai pesan menjaga ketenangan dan persatuan.
Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan, namun jangan sampai berkembang menjadi situasi yang memicu konflik sosial berkepanjangan.
“Kami ingin mengajak semua pihak agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara bijak dan tidak menimbulkan keresahan baru di masyarakat,” ujarnya.
DRUPADI Baladika juga menilai sejumlah tuntutan yang sebelumnya disuarakan dalam berbagai demonstrasi mulai mendapat respons dari Pemprov Kaltim. Beberapa kebijakan yang sempat menuai sorotan publik disebut telah ditindaklanjuti pemerintah daerah.
Lilis mencontohkan adanya pengembalian anggaran yang sebelumnya ramai dikritik masyarakat karena dianggap tidak tepat sasaran. Karena itu, pihaknya berharap situasi di Samarinda tidak terus dipanaskan oleh aksi berkepanjangan.
“Kalau beberapa tuntutan sudah mulai direspons, maka sekarang yang dibutuhkan adalah menjaga suasana tetap stabil dan mencari solusi bersama,” ucapnya.
Belakangan ini, kawasan Kantor Gubernur Kaltim memang menjadi titik berkumpulnya berbagai elemen massa, mulai dari mahasiswa hingga organisasi masyarakat. Aktivitas demonstrasi yang berulang turut berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi dan membuat aparat keamanan beberapa kali melakukan pengamanan ketat. (JAI)















