Caption Foto : Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih, Rudy Masud (kiri) dan Seno Aji (kanan), ketika mengikuti gladi bersih sebelum resmi dilantik pada Kamis (20/2) di Istana Kepresidenan Jakarta / Istimewa
Suarafajar, Jakarta – Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih, Rudy Mas’ud, bersama Seno Aji, menghadiri gladi bersih pelantikan kepala daerah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2).
Kegiatan ini merupakan persiapan terakhir sebelum pelantikan resmi yang akan berlangsung pada Kamis (20/2) yang bakal dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sebanyak 481 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia dijadwalkan akan dilantik serentak, mencakup 33 gubernur, 364 bupati, dan 84 wali kota. Sementara itu, 40 calon kepala daerah lainnya masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilkada 2024.
Dalam kesempatan ini, Rudy Mas’ud mengungkapkan harapannya agar prosesi pelantikan berjalan lancar. Dia pun meminta doa dari seluruh masyarakat Kaltim agar dapat mengemban tugas sebagai kepala daerah sebaik mungkin.
“Bismillah, semoga semua berjalan sesuai rencana. Mohon doa dari masyarakat Kaltim,” ucap Rudy Masud di sela-sela mengikuti gladi bersih di Istana Negara.
Menambahkan pernyataan Rudy Masud, Seno Aji juga berharap prosesi pelantikan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
“Kami berharap diberikan kesehatan dan kelancaran dalam setiap prosesnya,” sahutnya.
Sejak pagi, para calon kepala daerah sudah berkumpul di sekitar Monumen Nasional (Monas) sebelum berjalan kaki menuju Istana Negara dengan diiringi drum band dari Praja IPDN.
Pelantikan serentak ini akan menjadi yang pertama dalam sejarah Indonesia, di mana seluruh kepala daerah terpilih akan dikukuhkan langsung oleh Presiden dalam satu acara di Istana Negara.
Para kepala daerah dijadwalkan memasuki Istana Negara pada pukul 09.00 WIB untuk mengikuti prosesi resmi. Dari Kalimantan Timur, selain Gubernur dan Wakil Gubernur, tujuh kepala daerah lainnya juga akan dilantik, yakni dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat, Paser, dan Penajam Paser Utara.
Sementara itu, tiga daerah, yakni Kutai Kartanegara, Berau, dan Mahakam Ulu, masih menunggu penyelesaian sengketa di MK sebelum dapat dilantik. (Redaksi Suarafajar)